4 November 2008
Soto Batu
Posted by eddys under: News; Tour .
Bagi kami, touring bersepeda setiap minggu memang meng-asyikkan. Selain berolah-raga yang sehat, bersepeda juga mempunyai sisi wisatanya yang membuat sehat secara rohani. Selain menikmati pemandangan-pemandangan yang indah, kami juga melakukan wisata kuliner, yaitu mencicipi makanan dari warung-ke-warung.
Salah satu tempat makan yang enak, adalah Soto yang berada di pinggir jalan menuju Batu, oleh karena itu, kita biasa menyebutnya Soto Batu. Soto ini mungkin hanya ada mulai jam 6:00 sampai jam 8:00 pagi. Karena memang soto ini enak dan sedap, maka biasanya sekitar jam 8:00 pagi sudah ludes. Posisi Gerobak dan penjual Soto ini berada sekitar 200 meter sebelum Alun-Alun Batu, berada di kanan jalan dari arah kota Malang.

Soto Ayam Batu ini enak sekali. Relatif murah, hanya 4.000 rupiah per mangkok. Kalau saya selalu memesan Soto Ayam Istimewa. Bedanya, soto Istimewa ini dilengkapi dengan jeroan ayam. Dengan sedikit kecap dan sambal, mmmmmmm, lezat sekali. Minum cukup dengan segelas teh manis hangat, percaya deh, badan akan terasa segar kembali.
7 Comments so far...
aulya Says:
4 November 2008 at 7:35 am.
waaaaaaaa…. kedengarannya mak nyusssssssss….. murah meriah lagi heheheh…..
sandynata Says:
25 November 2008 at 1:16 am.
sudah merasakan sotonya… dan memang benar.. MAKNYOSSSS!!!
suga Says:
26 November 2008 at 4:09 am.
habis ngontel sepeda makan soto batu memang enak ( bagi yg suka soto )………….bagi yang lainnya bisa mencoba di warung ” TANTE SARI ” ( Madu Sari ) didepan ex RM Amsterdam……..muayan rasa dan duitnya
Hendra_30658 Says:
16 December 2008 at 8:13 am.
Wah.. Kedengarannya asyik nih bersepeda tiap minggu. Apakah para mahasiswa jg dapat ikut bersepeda dengan para dosen jg? He3..
sandynata Says:
17 December 2008 at 9:43 am.
@Hendra_30658
justru akan lebih menarik jika komunitas ini juga diramaikan oleh mahasiswa STIE-MCE, dan memang itu yang kita harapkan…
Sonhaji Says:
2 January 2009 at 3:22 pm.
Saya memang termasuk baru bersepeda ria, namun saya dapat merasakan manfuuuuaatnya. Betul. Awalnya sih kalau bersama-sama selalu di belakang. Eh… lama-lama ya di belakang aja, santai dan gak kuat tanjakan. Berkat tekad membara, saya bisa juga ngikuti teman-teman ke Gua Jepang yang penuh tanjakan. Mahasiswa boleh aja ikut, wah semakin semarak, asal kalau sudah jalan, jangan ninggalin dosennya.



