1 January 2009
Selamat Tahun Baru 2009, Semangat Baru Bersepeda.
Posted by eddys under: News; Tour .
Ini baru pertama kali MCC melalui pergantian tahun. Karena MCC dibentuk pada pertengahan Agustus 2008, maka pergantian tahun 2009 merupakan suatu hal yang perlu kami rayakan. Tujuannya, agar pada tahun ini, komitmen kami untuk mencoba untuk hidup lebih sehat selalu terjaga.
Tidak seperti kebanyakan orang-orang yang merayakan tahun baru dengan berkumpul dengan teman atau keluarga, menunggu pergantian tahun tepat jam 00:00 dengan bermain game, makan-makan dan menyulut mercon. Kami merasa lebih baik untuk tidur seperti biasanya, dan bangun pagi-pagi sekali untuk menyongsong tahun baru dengan sehat.

Tadi pagi, kami berkumpul jam 5:00 pagi, dan memulai melakukan touring. Karena ini tahun baru, maka kami mencoba untuk mencari track yang juga baru yang sebelumnya belum pernah kami lewati. Kami berangkat ke arah menuju desa karangploso seperti biasanya. Ketika sudah berjalan kurang lebih 5 km, kami melihat ada sebuah jalan yang tampaknya asik untuk dilalui. Setelah kami berdiskusi dan bertanya dengan orang setempat, kami akhirnya memutuskan untuk melalui jalan tersebut.
5 km pertama adalah jalan desa. Sangat nyaman untuk dilalui, karena selain jauh dari kebisingan dan sibuknya jalan raya, kami melihat orang-orang desa tersebut berangkat menuju sawah dengan membawa pacul dan clurit. Sangat tentram desa ini.
Setelah itu, jalan mulai tampak tambah sepi karena perjalanan mulai memasuki hutan pinus yang sangat rindang dan sejuk. Indah sekali pemandangan tersebut. Kami sempat berfoto sejenak, sambil istirahat di puncak. Dari puncak tersebut, terlihat hamparan pegunungan dan sawah yang luas. Tampak kota Malang dari kejauhan. Seakan tidak percaya kami bisa sampai disitu.
Seperti biasa, sebelum pulang, kami menikmati Soto di warung yang baru ditengah perjalanan pulang. Sesampai di rumah pukul 09:30 dan kami melihat catatan kilometer pada spedo. Cukup lumayan, perjalanan tadi telah ditempuh sejauh 41 km.
Sangat indah perjalanan tadi, dan kami menamakan track tadi adalah track WONOKOYO.
/ed.
3 Comments so far...
Sonhaji Says:
2 January 2009 at 3:56 pm.
Woh… indahnya alam Indonesia. Kalau kita bersepeda ke pegunungan dan pelosok banyak pemandangan indah. Kita semakin takjub pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas ciptaan-Nya. Disamping sehat bersepeda juga dapat meningkatkan pemahaman spiritual. Sayang untuk rute tahun baru ini saya tidak ikut.Tapi untuk berikutnya WONOKOYO kita sambangi lagi, gimana Pak Edy?
Ini ada pengalaman pemahaman sosial dan spiritual yang menarik untuk direnungkan, saat saya dan anggota MCC merambah rute Joban JAHE Tumpang. Rute ini sangat eksotik. Ada jalan beraspal. makadam dan tanah liat. Nah.. saat naik ke Joban JAHE saya menemui seorang Bapak yang berkisar berumur 40 tahun sedang beristirahat sambil memegangi “pikulan” dengan dua keranjang di kanan-kiri yang pebuh dengan ubi kayu (pohong). Dari dialog dengan Bapak tersebut saya memeroleh informasi bahwa dia adalah buruh atau kuli angkut ubi. Tahu tidak, berapa berat dua keranjang ubi tersebut? Saya terkejut setelah diberitahu kalau beratnya 80 kg. Dan ini harus dipikul dari atas bukit untuk dibawa ke tempat penampungan dengan perjalanan sekitar 3 km. Yang juga membuat saya trenyuh ongkos pikul ini adalah Rp 13.000,- per 100 kg. Dan Bapak tersebut hanya kuat dua rute yang tidak sampai memeroleh 200 kg sehari. Saya dekati Bapak ini, dan saya ingin mencoba mengangkat “pikulan”-nya. Hah.. ternyata “pikulan” dan keranjang tidak bergerak. Saya mengangkat saja tidak kuat, apalagi memikul. Dalam perjalanan berikutnya saya terus berpikir tentang Bapak ini, dan menyusukuri apa yang saya peroleh selama ini, dan pikiran-pikiran lainnya.
Pengalaman ini sulit diperoleh kalau tidak bersepeda ke pelosok. Bagaimana kawan???
eddys Says:
4 January 2009 at 8:52 pm.
@pak Son,
Iya, nanti kita akan mengunjungi track WONOKOYO lagi. Sebaliknya, saya kemarin tidak sempat ikut tour ke coban JAHE. Kita akan sambangi lagi ya pak?.
Memang dengan olah-raga bersepeda, banyak sekali manfaatnya. Selain badan sehat, kita bisa jalan-jalan mblusuk-mblusuk ke pedesaan dan gunung. Sehingga kita dapat lebih memahami ciptaan Tuhan YME, dan mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang dapat memberi renungan pada kita semua untuk dapat lebih mensyukuri nikmat Tuhan YME seperti yang pak Son temui di coban JAHE.
“Alangkah beruntungnya kita, dimana kita tidak perlu bekerja memikul beban berat dengan upah yang sangat minim. Sementara masih banyak kita temui di sekitar kita, dimana orang-orang menerima upah lebih dari cukup dengan produksi minim”
mr X Says:
30 March 2009 at 5:01 pm.
kpan nie ke bromonya ?
jadi kan?
kalo ke bromo ikud ya..
pasti rame ^^



